Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Mentawai Akmal, S. Sos memimpin langsung Apel Penutupan Siaga SAR Khusus Angkutan Lebaran Tahun 2023/1444 H yang berlangsung di halaman Kantor Pencarian dan Pertolongan Mentawai.

ESSANEWS.COM | MENTAWAI - Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Mentawai Akmal, S. Sos memimpin langsung Apel Penutupan Siaga SAR Khusus Angkutan Lebaran Tahun 2023/1444 H yang berlangsung di halaman Kantor Pencarian dan Pertolongan Mentawai, setelah sebelumnya telah dilakukan penutupan Siaga SAR Khusus Angkutan Lebaran Tahun 2023/1444 H secara nasional oleh Kabasarnas Marsekal Muda (Marsda) TNI Henri Alviandi yang dilakukan melalui Zoom Meeting. (03/05/2023).


Siaga SAR Khusus Angkutan Lebaran Tahun 2023/1444 H yang dilaksanakan selama dua pulu satu hari yaitu dari tanggal 18 April s/d 03 Mei 2023 melibatkan seluruh personil Kantor Pencarian dan Pertolongan Mentawai yang berjumlah 43 orang dengan wilayah pelaksanaan di seluruh Kabupaten Kepulauan Mentawai, Provinsi Sumatera Barat .

Posko Siaga Sar kegiatan berada di Kantor Pencarian dan Pertolongan Mentawai dan Dermaga Tuapejat (Kapal KN SAR RAMAWIJAYA 240. MENTAWAI) Lokasi Mobile di Dermaga Tuapejat, Pantai Jati, Pantai Mapadeggat, Pantai Goiso Oinan,  Bandara Rokot dan Dermaga dengan wilayah pemantauan / monitor di  Pulau Siberut, Pulau Pagai Utara dan Pulau Pagai Selatan.


“Alhamdulillah selama kegiatan Siaga SAR Khusus Angkutan Lebaran Tahun 2023/1444 H berlangsung aman dan lancar. Kita juga berkolaborasi dan berkoordinasi dengan organisasi/instansi terkait dan bersama di Posko Terpadu seperti Pihak Kepolisian dalam Operasi Ketupat Singgalang tahun 2023. Dan  semuanya berjalan lancar dan aman tidak ada korban jiwa,” ucap Kakansar Mentawai kepada Essapers.com usai melakukan apel penutupan.


“Namun ada dua kejadian khusus yang terjadi dalam rentang waktu kegiatan siaga SAR tersebut, yaitu penyelamatan Kecelakaan kapal mati mesin peselancar pada 18 April 2023 di Perairan Sipora Utara atau tepatnya antara Pulau Sipora Utara dengan Pulau Awera, dengan POB 6 orang yang terdiri dari 2 orang ABK WNI dan 4 orang WNA, semuanya dapat diselamatkan. Dan peristiwa Gempa dengan kekuatan 6,9 SR dengan kedalaman 6 km pada 25 April 2023 pukul 03.00 dini hari yang terjadi di Pulau Siberut, namun tidak berpotensi Tsunami dan tidak menimbulkan korban jiwa” ungkap Akmal.


“Terimakasih kepada semua yang terlibat. Semangat Quick Response Of Search And Rescue. Avignam Jagat Samagram, Semoga Selamatlah Alam Semesta,” pungkas Akmal.(W).