TUd7GSW9TpA6TSG7GUA7BSziGi==


ESSAPERS.COM - Partai Golkar memastikan proses Pergantian Antarwaktu (PAW) anggota DPR RI pengganti Adies Kadir dilakukan secara sah dan transparan. Adies diketahui kini menjabat sebagai hakim di Mahkamah Konstitusi.

Sekretaris Jenderal Partai Golkar, Sarmuji, menegaskan tidak ada permainan dalam proses tersebut. Menurutnya, pengganti Adies adalah calon legislatif dengan perolehan suara terbanyak berikutnya pada Pemilu 2024.

“Tidak akan kita mempermainkan keputusan rakyat yang sudah mereka lakukan dalam pemilu. Jadi kalau penggantinya Pak Adies, ya akan digantikan oleh caleg dengan perolehan suara berikutnya,” kata Sarmuji di Gedung DPR, Jakarta, Kamis (12/2/2026).

Sarmuji menekankan, Golkar berkomitmen menjaga kepastian hukum dan menghormati suara pemilih. Ia memastikan tidak mungkin caleg dengan suara lebih kecil melompati yang memperoleh suara lebih besar.

“Tidak bisa di Golkar itu caleg dengan perolehan suara terbanyak berikutnya dilompati oleh caleg yang suaranya lebih kecil. Itu tidak ada di Golkar,” ujarnya tegas.

Golkar juga telah mengirimkan surat resmi terkait proses PAW kepada pihak terkait. Dalam praktiknya, partai lazim menyebut pengganti berdasarkan urutan suara, dengan atau tanpa pencantuman nama.

Sebelumnya, Ketua Umum Partai Golkar, Bahlil Lahadalia, menyatakan posisi Adies akan diisi oleh Adela Kanasya Adies.

“Yang akan mengganti adalah suara terbanyak setelah anggota DPR terpilih. Dan secara kebetulan nomor dua dari Pak Adies ini adalah anaknya perempuan,” ujar Bahlil di Istana Negara, Kamis (5/2/2026).

Bahlil menegaskan penunjukan tersebut murni berdasarkan mekanisme politik dan ketentuan undang-undang, bukan faktor hubungan keluarga.

“Bukan karena dia anaknya Pak Adies Kadir, tetapi karena proses politik dan perintah undang-undang,” tegasnya.

Berdasarkan rekapitulasi Komisi Pemilihan Umum Jawa Timur, Adies Kadir meraih 147.185 suara di Dapil Jawa Timur I yang meliputi Kota Surabaya dan Kabupaten Sidoarjo.

Sementara itu, Adela Kanasya Adies memperoleh 12.792 suara dan menempati posisi kedua dari Partai Golkar di daerah pemilihan tersebut.

Data ini menjadi dasar kuat Golkar dalam menentukan pengganti melalui mekanisme PAW yang dinilai sah secara hukum dan administratif.

Pergantian kursi DPR dari ayah ke anak ini memicu perdebatan publik. Sebagian menilai sebagai potensi dinasti politik, sementara Golkar menegaskan proses berjalan sesuai aturan dan menghormati suara rakyat.

Publik kini menanti langkah resmi pelantikan serta bagaimana Adela akan menjalankan amanah sebagai wakil rakyat.(*)

Komentar0


 

Type above and press Enter to search.