Febby Dt. Bangso



Oleh: Prof DR H Genius Umar, S.sos, Msi

Politisi Partai Kebangkitan Bangsa, Febby Dt Bangso tiba tiba bergabung dengan partai politik yang satu satunya di Republik ini dipimpin urang awak urang sulik Aia, Dr H Oesman Sapta Odang Dt Bandaro Sutan Nan Kayo.


Ada Apa? Kepindahan FDB sama mengejutkannya, seperti Muhaimin tiba tiba berpasangan dengan Anis.


Bukan FDB namanya kalau tidak membuat kejutan di blantika politik ramah minang, lihat saja pada saat Pilgub Sumbar 2020 memang dia jadi bintangnya penentu bakal calon Gubernur, kepiawaian nya menari menurut Erizal Wakil ketua DPP Gelora  memang perlu diacungi jempol. 


FDB memang memiliki seni dalam mengambil keputusan politik, pokoknya kalau tak ada FDB tak rame politik di Sumatera Barat.


Padahal PKB belum masuk Partai Papan Atas di Sumatera Barat, tetapi kemampuannya mengemas komunikasi politik lintas batas menjadikan PKB di Sumbar bisa masuk di semua kalangan.


Dia juga calonkan dirinya untuk kebanggaan kader PKB dengan satu kursi menjadi calon walikota Bukittinggi, saya tahu itu hal berat tetapi jika kader PKB tidak pernah menjadi calon Walikota maka mereka akan selalu merasa bahwa partainya tidak ada tokoh di Ranah Minang ini.


Dia dukung kadernya Ferizal Ridwan,  Ketua DPC PKB 50 Kota, saat itu maju sebagai Wakil Bupati yang berpasangan dengan Efendi Arby, saat itu di kancah politik pada titik nadir terendah, dia lobby PPP yang terbelah dua dan PDIP sehingga akhirnya Efendi Arbi dan Feri Buya bisa memimpin kabupaten 50 kota.


Pengamen Jalanan dia ambil dia jadikan Calon Anggota DPRD sehingga terpilih jadi anggota DPRD Provinsi Sumatera Barat.


Baginya tak ada yang tak mungkin kalau niat ingin membantu tangan dinginnya, menurut pengakuan Ketua Umum Isori, Prof Syahrial mengantarkan Ganefri menjadi Rektor Universitas Negeri Padang.


12 tahun memimpin DPW PKB dia serahkan estafer ke pemimpinnya kepada Anggia Murni, rekan sejawatnya di DPP PKB, dia sampaikan kepada seluruh DPC terima apa yang menjadi perintah DPP PKB amankan kebijakan Partai


Selesai Pengabdiannya di DPW PKB Sumatera Barat, FDB tancap gas menyelesaikan pendidikan S3 Pariwisatanya karena S1 dan S2 nya juga Pariwisata, Insyaallah sedang menunggu jadwal untuk promosi Doktor karena harus mencukupi masa studi 6 semester, dengan judul disertasi Ketahanan Pariwisata Pada Masa Krisis, Studi Adaptasi dan Keberlanjutan di Provinsi Bali.


Kemudian dia juga menyelesaikan Pendidikan Program Reguler Angkatan (PPRA) LX III Lemhanas RI
Kenapa tiba tiba jadi Hanura di Saat Cak Imin Jadi Cawapres berpasangan dengan Anis yang berpotensi meningkatkan suara PKB Di Sumatera Barat.


Beliau Ketua Umum Persatuan Dosen Pariwisata Indonesia (PERDOSPARIN) yang juga Ketua Gerakan Masyarakat Minang Peduli Pendidikan (GMMPP) dengan gamblang menyampaikan
Saya saat itu bersama Walikota Pariaman Genius Umar ke Padang Menemui Ketua Umum Gebu Minang yang pada hari itu selesai melaksanakan Alek Akbar jalan kaki sehat yang diikuti lebih dari 50 ribu orang di Pariaman, dan saat itu Ketum Hanura itu berjanji akan membantu anak anak Program Saga saja yang akan berangkat ke Jakarta  bantuan beliau dijemput saja ke padang di hotel Pangeran Beach.


Ketemu di Pangeran Beach Pak Dt Bandaro Sutan Nan Kayo minta untuk didampingi sebentar ke Hotel Mercure membuka acara , saya dan Febby Dt Bangso, santai saja tidak ada firasat apa apa dan tetap mendampingi.


Setibanya di Mercure saya melihat seperti nya ini acara konsolidasi Hanura Sumatera Barat, saya jalan bersama Ketum tapi beliau dibelakang dan duduk di dekat pintu keluar bersama anggota DPRD Tanah Datar Beni Alvero.


Saat itu pak Oso tanya mana tamu saya satu lagi Datok PKB, ya karena di panggil Datok PKB, dia duduk dimuka disamping saya, tiba-tiba Pak Oso mengumumkan Hari ini Genius Umar,  Walikota Pariaman dan sahabatnya Febby Dt Bangso, Datok PKB dan Irjen Syafrizal Akhyar Masuk HANURA
tiba tiba saja kami bertiga dipasangkan Jaket, ini tidak pernah dibicarakan ke saya sebelumnya.


Saat saya di panggung diumumkan pak Oso dan dipasangkan jaket, poto dan video itu langsung tersebar di media sosial.


Saya tau hatinya  berkecamuk dan dia sampaikan ke saya apa alasan saya untuk meninggalkan Muhaimin, jalan politik saya ditempah oleh beliau, saya diberi banyak kesempatan, berkarya dan jabatan publik.

Saya tanya kenapa ndak Datuk tolak saja, saya terharu dengan jawaban yang disampaikan, Pak Wali saya juga seorang Datuk, tidak mungkin saya harus mempermalukan pak Datuk Oso di depan kadernya, pahit pun harus saya telan dan saya siap untuk mundur dari zona nyaman sebagai komisaris BUMN.


Esoknya dia ketemu ketemu Ketum Gebu Minang di ruangan VIP sebelum beliau kembali ke Jakarta dengan Private Jetnya.


Dia sampaikan , Datok Ketum, satu yang saya catat dari pidato Ketum malam tadi “Kalau Berani Jangan Takut Takut, Kalau Takut Jangan Berani Berani”


Dia tanya maunya Datok Ketum apa, beliau ingin Datok Febby jadi Ketua DPD Hanura Sumbar, beliau ajak FDB langsung ke Jakarta berangkat dengan baju dibadan.


Bagaimana hubungan beliau dengan Muhaimin. Dia komunikasikan ke Ketum dan minta izin untuk memimpin Hanura Sumbar beliau sampaikan selamat Datok Febby, Bismillah Semoga Barokah dan dia sampaikan ke Cak Imin tulisan nya untuk Cak Imin tentang pemikiran orang Minang adalah pengingat rindu Cak Imin untuk bertanding ke Sumatera Barat.


Selembar SK dan Pengumuman Kepengurusan DPD Hanura Sumatera Barat Menghadapi Pemilu 2024 dari rumah Gadang Dt Bandaro Sutan Nan Kayo di Sulik Air.


Selamat Berjuang, Selamat Bekerja Datok Febby, Semoga Amanah Menjadi Ketua DPD HANURA SUMBAR dan TPD GANJAR MAHFUD bisa sukses di Ranah Minang.(“)