TUd7GSW9TpA6TSG7GUA7BSziGi==

Niat Baik Tokoh Masyarakat Bukit Tinggi jadi pertimbangan bagi Ramdalel untuk sebuah Amanah

                                                                 Ramdalel Bagindo Ibrahim

ESSAPERS.COM | BUKITTINGGI ~ Ramdalel Bagindo Ibrahim menanggapi penilaian tokoh masyarakat dan pengamat politik yang menganggap bahwa ia cocok mendampingi Erman Safar pada Pilkada Bukittinggi 2024. Ramdalel mengatakan bahwa penilaian tokoh masyarakat dan pengamat politik itu merupakan hal yang penting untuk dipertimbangkan.

Sebagai pakar kebijakan publik, kata Ramdalel, ia akan menilai dukungan tokoh masyarakat dan pengamat politik serta mencari tahu alasan di balik rekomendasi mereka. Pertimbangan utamanya adalah apakah ia dapat bekerja sama secara sinergis dengan Erman Safar, serta apakah aliansi mereka akan membawa manfaat nyata bagi kota Bukittinggi dan masyarakatnya.

"Atas penilaian itu, saya akan bersikap profesional, terbuka terhadap ide dan masukan, dan siap bekerja keras untuk memastikan kepentingan masyarakat dilindungi dan terus diperjuangkan. Jika memang pasangan yang diusulkan menggabungkan keahlian, visi yang sejalan, dan komitmen untuk mewujudkan kemajuan kota dan kesejahteraan masyarakat Bukittinggi, saya akan mempertimbangkan usulan tersebut dengan serius," ujarnya di Bandung saat dihubungi lewat WhatsApp, Selasa (2/7/2024).

Sebelum menyatakan persetujuan atau menolak usulan tersebut, Ramdalel mengatakan bahwa ia akan memastikan bahwa kepentingan masyarakat dan keberlanjutan pembangunan kota menjadi fokus utama dalam tiap keputusan yang akan ia ambil.

Ketika ditanya kesiapannya jika makin besar dorongan masyarakat yang memintanya untuk ikut pilkada, Ramdalel mengatakan dalam situasi seperti itu, kesiapannya untuk ikut pilkada dan memimpin Bukittinggi juga harus diperhitungkan. Ia akan menilai kesiapan tersebut sehubungan dengan dukungan masyarakat, yaitu menerima dan memahami dengan baik dorongan dari masyarakat lokal, serta tuntutan dan aspirasi mereka dalam perjalanan menuju kepemimpinan. Mengenai kesiapan pribadi, ia menguatkan dan mengevaluasi sumber daya dan persyaratan yang diperlukan untuk mengikuti pilkada, serta memastikan kesiapan secara material dan emosional untuk menjalani tantangan yang akan datang dalam tahapan selanjutnya.

"Dalam menghadapi keputusan seperti itu, saya akan sangat menghargai kesempatan tersebut serta memberikan waktu yang cukup untuk mempertimbangkan kekuatan dan kemungkinan yang ada dalam diri maupun dukungan tim serta pihak-pihak pendukung lainnya. Lalu, soal kesetiaan terhadap kota dan masyarakat dalam menciptakan perubahan positif, hal itu akan tetap menjadi prioritas selama proses seperti itu," tuturnya.

Mengenai partai yang akan mengusungnya pada Pilkada Bukittinggi, Ramdalel mengatakan bahwa ia sudah membangun komunikasi dengan lima partai yang memiliki kursi di DPRD Bukittinggi. Di Nasdem, yang punya empat kursi, ia sudah mendaftar dan mengikuti tahapan internalnya, seperti survei yg dimintakan oleh partai kepada kandidat yang ada. Ia menyebut bahwa di Nasdem hanya ada satu orang kandidat wakil wali kota yang meneruskan tahapan. Di PAN (2 kursi), ia sudah mendaftar. Ia mendapatkan kabar bahwa nama-nama kandidat (dua orang bakal cawako, satu orang bakal cawawako) sudah dikirimkan ke DPP untuk menunggu tahapan selanjutnya. Di PPP (2 kursi), ia sudah mendaftar langsung ke DPW PPP Sumbar karena terlambat mendaftar di DPC PPP Bukittinggi.

"Di Golkar, (3 kursi), saya sudah menyampaikan komitmen melalui DPD dan DPP Golkar untuk ikut pada tahapan internalnya. Di Gerindra (4 kursi), saya juga sudah menyampaikan komitmen untuk mengikuti tahapan internal selanjutnya," ucap Ramdalel.

Perihal pendaftaran ke partai-partai tersebut, kata Ramdalel, ada hal yang menjadi catatan, yaitu bahwa ia hanya mendaftar sebagai bakal calon wali kota. Karena itu, tahapan selanjutnya amat dipengaruhi oleh kesediaan bakal pasangan dari bakal calon wali kotanya, yang juga mendaftar di partai-partai tersebut  sebagai potensi pasangan.

Saat ditanya kesiapannya dalam hal ongkos politik, Ramdalel mengatakan bahwa hal itu menjadi bagian penting yang sudah dan sedang dikuatkan persiapannya. Sebagai politisi dari lima musim pemilu langsung, ia memahami bahwa ongkos politik merupakan sebuah kesenantiasaan. Akan tetapi, ia menegaskan bahwa ongkos politik berbeda dengan politik uang, hal terlarang dalam pemilu.

Sebelumnya, tokoh muda Bukittinggi, Afif Rahmat; tokoh masyarakat Bukittinggi, Dt. Intan Marajo; dan pengamat politik dari UIN Bukittinggi, Hardi Putra Wirman, menilai bahwa Ramdalel layak mendampingi Erman Safar pada Pilkada Bukittinggi 2024.***

Komentar0