Hal tersebut terlihat melalui pelaksanaan Panen Raya Perdana Padi Kelompok Tani Jemaat Mandiri GKPM Pogari, Pulau Sipora, Rabu (4/11/2026). Bupati Kepulauan Mentawai, Dr. Rinto Wardana, S.H., M.H., turut hadir dan mengikuti prosesi panen padi secara simbolis bersama para petani.
Kegiatan ini menjadi capaian penting dari program pemberdayaan masyarakat yang digagas melalui kerja sama PGI dan GKPM, sekaligus membuka peluang pengembangan pertanian sebagai salah satu penopang ketahanan pangan daerah.
Panen perdana tersebut juga dihadiri Ketua DPRD Kepulauan Mentawai beserta sejumlah anggota DPRD, Ephorus Emeritus Binsar Parlindungan Sababalat, para pendeta, kelompok tani GKPM Pogari, serta masyarakat setempat.
Dalam kesempatan itu, Bupati Rinto Wardana menyampaikan penghargaan kepada PGI dan GKPM atas kontribusi serta pendampingan yang telah dilakukan sehingga masyarakat mampu mengembangkan lahan pertanian dan menghasilkan produksi pangan secara mandiri.
Menurut Bupati, keberhasilan panen perdana tersebut membuktikan bahwa potensi pertanian Mentawai dapat dikembangkan apabila didukung kerja sama, pembinaan berkelanjutan, dan keseriusan masyarakat dalam mengelola sumber daya yang tersedia.
Ia menegaskan, pemerintah daerah mendorong agar masyarakat tidak hanya bergantung pada pasokan pangan dari luar daerah, tetapi juga mampu menghasilkan kebutuhan pangan melalui pemanfaatan lahan produktif.
Bagi Mentawai yang memiliki karakteristik geografis kepulauan, penguatan produksi pangan lokal dinilai sangat penting untuk menjaga ketersediaan bahan pangan sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap distribusi dari daerah lain.
Bupati berharap keberhasilan kelompok tani GKPM Pogari dapat menjadi inspirasi bagi masyarakat di wilayah lain untuk mengembangkan sektor pertanian sesuai potensi daerah masing-masing.
Program pertanian tersebut merupakan hasil pembinaan dan pendampingan selama kurang lebih empat bulan. Berbagai tahapan telah dilaksanakan, mulai dari pelatihan dasar pertanian, pengolahan lahan, penyediaan bibit unggul, pengadaan peralatan pertanian hingga penerapan metode pertanian ramah lingkungan atau green agriculture.
Dari proses pendampingan tersebut, kelompok tani GKPM Pogari berhasil mengembangkan tanaman padi di atas lahan sekitar 20 hektare. Capaian ini menjadi langkah positif dalam membangun budaya produktif sekaligus meningkatkan kemampuan masyarakat mengelola sektor pertanian.
Bupati Rinto juga mengingatkan agar keberhasilan panen perdana ini tidak menjadi kegiatan sesaat, melainkan terus dilanjutkan melalui pengembangan lahan dan peningkatan kapasitas kelompok tani.
Pemerintah daerah, lanjutnya, terbuka untuk mendukung berbagai inisiatif masyarakat yang mampu memberikan dampak langsung terhadap peningkatan kesejahteraan dan penguatan ekonomi lokal.
Pengembangan program ini bahkan direncanakan berlanjut ke sejumlah wilayah lain di Pulau Sipora, di antaranya Saureinu dan Nemnem. Perluasan tersebut diharapkan dapat membuka kesempatan bagi lebih banyak masyarakat untuk terlibat dalam kegiatan pertanian produktif.
Selain mendukung pemenuhan kebutuhan pangan rumah tangga, pengembangan pertanian juga diharapkan mampu meningkatkan hasil produksi, menciptakan peluang usaha, serta memberikan tambahan pendapatan bagi para petani.
Panen raya di Pogari menjadi gambaran bahwa pembangunan ketahanan pangan tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi membutuhkan keterlibatan berbagai unsur, termasuk lembaga keagamaan dan masyarakat.
Sinergi PGI, GKPM, pemerintah daerah, serta kelompok tani diharapkan terus diperkuat agar pengembangan pertanian di Kepulauan Mentawai semakin luas dan berkelanjutan.
Keberhasilan panen perdana ini sekaligus menjadi modal awal bagi Mentawai untuk memperkuat kemandirian pangan, mengoptimalkan potensi lahan, dan membangun kesejahteraan masyarakat melalui sektor pertanian.

%20-%20Dibuat%20dengan%20PosterMyWall%20(2)%20(1).jpg)
Komentar0