TUd7GSW9TpA6TSG7GUA7BSziGi==

Camat Nanggalo David Ferdinand Dorong Pelestarian Budaya Lewat Festival Anak Nagari, Semarakkan HUT Kota Padang ke-357

Padang (essapers.com) - Semangat melestarikan adat, budaya dan kuliner tradisional Minangkabau menjadi bagian penting dalam pelaksanaan Festival Anak Nagari Kecamatan Nanggalo. Kegiatan yang digelar Kecamatan Nanggalo bersama Karang Taruna Kecamatan Nanggalo sebagai panitia pelaksana tersebut mendapat antusiasme dari berbagai elemen masyarakat di Kecamatan Nanggalo.

Festival Anak Nagari ini sekaligus menjadi bagian dari semarak Hari Ulang Tahun (HUT) Kota Padang ke-357, yang tahun ini mengusung tema “Taste of Gastronomy” atau semangat mengangkat kekayaan kuliner dan gastronomi sebagai bagian dari identitas serta daya tarik Kota Padang.

Beranjak dari semangat tersebut, Kecamatan Nanggalo turut mengambil bagian dengan menghadirkan kegiatan yang mengangkat tradisi masyarakat Minangkabau, salah satunya melalui Lomba Malamang.

Kegiatan tersebut melibatkan enam kelurahan yang ada di Kecamatan Nanggalo, yakni Kurao Pagang, Surau Gadang, Gurun Laweh, Kampuang Olo, Lapai dan Tabing Banda Gadang.

Camat Nanggalo David Ferdinand, SH., MH., mengatakan Festival Anak Nagari tidak hanya ditujukan sebagai kegiatan hiburan masyarakat, tetapi juga menjadi ruang untuk memperkuat silaturahmi sekaligus menjaga tradisi dan kebudayaan Minangkabau agar tetap hidup di tengah masyarakat.


> “Festival Anak Nagari Nanggalo ini kita jadikan sebagai wadah untuk mempererat silaturahmi masyarakat Kecamatan Nanggalo. Kita ingin seluruh kelurahan ikut berpartisipasi, sekaligus menghidupkan kembali nilai-nilai budaya dan tradisi yang menjadi identitas kita” ujar David.

Menurut David, pelaksanaan kegiatan tersebut juga sejalan dengan semangat HUT Kota Padang ke-357 yang mengangkat tema “Taste of Gastronomy”.

Menurutnya, kekayaan gastronomi tidak dapat dipisahkan dari budaya masyarakat. Berbagai makanan tradisional yang diwariskan secara turun-temurun merupakan bagian dari identitas dan sejarah masyarakat Minangkabau.

“Beranjak dari semangat HUT Kota Padang ke-357 dengan tema Taste of Gastronomy, Kecamatan Nanggalo mencoba mengambil bagian dengan menghadirkan kegiatan yang dekat dengan tradisi dan budaya masyarakat. Salah satunya melalui Lomba Malamang ini” kata David.


Salah satu agenda utama Festival Anak Nagari Nanggalo adalah Lomba Malamang. Menurut David, malamang bukan sekadar kegiatan mengolah makanan tradisional, tetapi merupakan bagian dari tradisi masyarakat Minangkabau yang sarat dengan nilai kebersamaan, kekeluargaan dan gotong royong.

“Yang kita angkat hari ini adalah Lomba Malamang. Kita ingin tradisi ini tidak hanya dikenal oleh generasi yang lebih tua, tetapi juga dikenalkan dan diwariskan kepada generasi muda” katanya.

David menambahkan, melalui kegiatan tersebut masyarakat dapat melihat bahwa tradisi Minangkabau memiliki nilai sosial yang sangat kuat.

 “Dalam malamang ada kebersamaan, ada gotong royong, ada proses bekerja bersama. Nilai-nilai seperti inilah yang ingin kita pertahankan dan kita tumbuhkan di tengah masyarakat” lanjutnya.

Menurutnya, malamang juga menjadi salah satu contoh bagaimana kekayaan kuliner tradisional dapat dikemas dalam kegiatan masyarakat sehingga tidak hanya menjadi warisan budaya, tetapi juga dapat terus dikenal oleh generasi berikutnya.


Festival Anak Nagari Nanggalo diikuti oleh enam kelurahan. Kehadiran Kurao Pagang, Surau Gadang, Gurun Laweh, Kampuang Olo, Lapai dan Tabing Banda Gadang menjadi gambaran semangat kebersamaan masyarakat dalam menyukseskan kegiatan tersebut.

Antusiasme tidak hanya datang dari peserta lomba, tetapi juga dari masyarakat yang hadir memberikan dukungan dan menyaksikan rangkaian kegiatan.

David menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah ikut berpartisipasi, khususnya Karang Taruna Kecamatan Nanggalo yang dipercaya sebagai panitia pelaksana.


 “Terima kasih kepada seluruh masyarakat dan seluruh kelurahan yang telah ikut berpartisipasi. Terima kasih juga kepada Karang Taruna Kecamatan Nanggalo yang sudah mengambil peran sebagai panitia pelaksana” ungkapnya.

Menurut David, kolaborasi antara pemerintah kecamatan, kelurahan, Karang Taruna dan masyarakat merupakan kekuatan utama dalam menghadirkan kegiatan yang positif.

“Alhamdulillah, kegiatan berjalan lancar dan penuh semangat. Antusiasme masyarakat juga sangat luar biasa. Ini menunjukkan bahwa masyarakat Nanggalo memiliki semangat kebersamaan yang tinggi” tuturnya.

David menilai keterlibatan pemuda dalam kegiatan kemasyarakatan merupakan hal yang sangat positif.

Karang Taruna diharapkan tidak hanya menjadi wadah kepemudaan, tetapi juga mampu menjadi motor penggerak berbagai kegiatan sosial, budaya dan kreativitas masyarakat.

 “Pemuda harus menjadi bagian penting dalam membangun suasana yang positif di tengah masyarakat. Kita ingin Karang Taruna terus aktif dan mampu menjadi penggerak kegiatan-kegiatan yang memberikan manfaat bagi masyarakat” tutur David.


Ia juga mengapresiasi semangat para pemuda yang ikut terlibat dalam pelaksanaan Festival Anak Nagari Nanggalo.

Menurutnya, keberadaan generasi muda sangat penting untuk memastikan tradisi dan budaya lokal tidak terputus oleh perkembangan zaman.

Lebih jauh, David menegaskan bahwa Festival Anak Nagari Nanggalo tidak semata-mata mengejar siapa yang menjadi pemenang dalam setiap perlombaan.

Menurutnya, nilai terpenting dari kegiatan tersebut adalah kebersamaan, partisipasi dan semangat masyarakat untuk menjaga budaya lokal.

 “Yang paling penting bukan hanya siapa yang menang atau siapa yang kalah. Kita ingin masyarakat berkumpul, bersilaturahmi dan menikmati kegiatan bersama. Kalau masyarakat kompak, tentu banyak hal positif yang bisa kita lakukan untuk Kecamatan Nanggalo” jelasnya.


Ia berharap Festival Anak Nagari Nanggalo dapat terus berkembang dan menjadi salah satu kegiatan yang mampu mempertemukan masyarakat dari seluruh kelurahan dalam suasana penuh kegembiraan.

David memastikan semangat pelaksanaan Festival Anak Nagari tidak berhenti pada kegiatan tahun ini.

Ia berharap agenda tersebut dapat terus dilaksanakan dan menjadi kegiatan tahunan di Kecamatan Nanggalo.

 “Insyaallah kegiatan seperti ini akan terus kita lestarikan di Kecamatan Nanggalo setiap tahunnya. Kita ingin ini menjadi agenda yang terus berkembang, sehingga masyarakat memiliki ruang untuk berkumpul, bersilaturahmi, berkreasi sekaligus menjaga budaya kita” ungkap David.


Menurutnya, keberlanjutan kegiatan tersebut penting agar tradisi seperti malamang tidak hanya muncul pada momentum tertentu, tetapi dapat terus dikenal dan diwariskan kepada generasi muda.

 “Kita ingin anak-anak muda tahu bahwa kita memiliki budaya dan tradisi yang sangat kaya. Jangan sampai tradisi itu hanya menjadi cerita dari orang tua kepada anak-anaknya. Mari kita hidupkan kembali bersama-sama” pungkas David.


Festival Anak Nagari Nanggalo akhirnya menjadi bagian dari semarak HUT Kota Padang ke-357 dengan menghadirkan semangat “Taste of Gastronomy” melalui tradisi dan kekayaan kuliner masyarakat.

Enam kelurahan hadir membawa semangat yang sama, berbeda wilayah, tetapi satu dalam kebersamaan sebagai masyarakat Kecamatan Nanggalo.

Hari ini, tungku malamang bukan hanya menjadi tempat memasak lamang. Di balik asap yang mengepul dan bambu yang dibakar, terdapat nilai gotong royong, kebersamaan dan warisan budaya yang terus dijaga.

Dari tradisi untuk generasi, dari Nanggalo untuk Kota Padang.(*)

Komentar0

Tag Terpopuler


 

Type above and press Enter to search.