TUd7GSW9TpA6TSG7GUA7BSziGi==

Dari Rumah Sakit ke Pulau Lain, Begini Proses Transportasi Medis yang Aman Menurut dr. Veri

 



JAKARTA, essapers.com
Di balik setiap proses rujukan pasien, terdapat koordinasi, komunikasi, dan kerja sama lintas tenaga kesehatan agar pelayanan medis tetap berlanjut hingga pasien tiba di fasilitas pelayanan kesehatan tujuan. Hal itu diungkapkan oleh dr. Veri Sudiarsa, yang memiliki perhatian pada bidang transportasi medis dan koordinasi rujukan pasien di Indonesia.

Dalam perbincangan bersama Tim Editorial HaiHealth, dr. Veri menjelaskan bahwa setiap pasien memiliki kondisi medis yang berbeda sehingga memerlukan penanganan dan perencanaan transportasi yang disesuaikan dengan kebutuhan klinis.

"Yang kami upayakan adalah memastikan pelayanan kesehatan tetap berlanjut selama proses transportasi berlangsung," ujar dr. Veri Sudiarsa.

Rujukan Pasien Tidak Sekadar Memindahkan dari Satu Tempat ke Tempat Lain

Menurut dr. Veri, masyarakat umumnya hanya melihat ambulans yang membawa pasien atau pesawat yang mengangkut pasien ke daerah lain. Padahal, sebelum proses tersebut dilakukan, terdapat sejumlah tahapan penting yang harus dipersiapkan.

Mulai dari evaluasi kondisi pasien, koordinasi dengan dokter yang merawat, penyusunan dokumen medis, hingga komunikasi dengan fasilitas pelayanan kesehatan tujuan menjadi bagian dari proses rujukan yang tidak dapat dipisahkan.

Selain itu, kebutuhan obat-obatan, alat kesehatan, serta tenaga medis pendamping juga harus disesuaikan dengan kondisi pasien selama perjalanan.

Tantangan Rujukan Pasien Antarpulau di Indonesia

Sebagai negara kepulauan, Indonesia menghadapi tantangan tersendiri dalam sistem rujukan pasien. Tidak semua daerah memiliki fasilitas pelayanan kesehatan dengan kemampuan yang sama sehingga dalam kondisi tertentu pasien perlu dirujuk ke kota, provinsi, bahkan pulau lain.

Menurut dr. Veri, perpindahan pasien antarpulau bukan hanya persoalan transportasi, melainkan bagaimana pelayanan kesehatan tetap berlangsung tanpa terputus hingga pasien diterima oleh tim medis di rumah sakit tujuan.

Ambulans, Pesawat, hingga Air Ambulance

Dalam praktiknya, proses rujukan pasien sering kali melibatkan lebih dari satu moda transportasi.

Seorang pasien dapat diberangkatkan menggunakan ambulans menuju bandara, kemudian melanjutkan perjalanan menggunakan pesawat, sebelum akhirnya kembali menggunakan ambulans menuju rumah sakit tujuan.

Pada kondisi tertentu dan berdasarkan hasil penilaian tenaga kesehatan, proses rujukan dapat memanfaatkan layanan Air Ambulance sebagai bagian dari sistem transportasi medis.

Menurut dr. Veri, layanan Air Ambulance bukan sekadar pesawat yang membawa pasien, tetapi juga melibatkan tenaga kesehatan, peralatan medis, pemantauan kondisi pasien, serta koordinasi dengan fasilitas pelayanan kesehatan pengirim dan penerima.

"Setiap keputusan mengenai transportasi medis selalu disesuaikan dengan kondisi pasien dan hasil penilaian tenaga kesehatan," jelasnya.

Komunikasi Menjadi Kunci Pendampingan Keluarga Pasien

Selain mendampingi pasien, dr. Veri menilai keluarga pasien juga membutuhkan informasi yang jelas selama proses rujukan berlangsung.

Berbagai pertanyaan mengenai keamanan perjalanan, kondisi pasien selama transportasi, hingga pelayanan yang akan diterima di rumah sakit tujuan menjadi perhatian utama keluarga.

Karena itu, komunikasi yang terbuka dan mudah dipahami menjadi bagian penting agar keluarga dapat mengikuti proses rujukan dengan lebih tenang.

Transportasi Medis Adalah Kerja Sama Tim

Dr. Veri menegaskan bahwa keberhasilan transportasi medis bukan ditentukan oleh satu orang, melainkan hasil kolaborasi antara dokter yang merawat, dokter pendamping, perawat, petugas ambulans, tenaga operasional, fasilitas pelayanan kesehatan pengirim, rumah sakit tujuan, hingga keluarga pasien.

Dalam mendukung kebutuhan tersebut, dr. Veri juga berkolaborasi dengan FAS AIR AMBULANCE dalam koordinasi layanan Air Ambulance, Medical Escort, serta berbagai kebutuhan transportasi medis lainnya sesuai kondisi pasien, hasil penilaian tenaga kesehatan, dan koordinasi dengan fasilitas pelayanan kesehatan terkait.

Setiap Perjalanan Membawa Harapan

Bagi dr. Veri Sudiarsa, setiap proses rujukan memiliki makna yang lebih besar daripada sekadar memindahkan pasien dari satu lokasi ke lokasi lainnya.

Di balik ambulans yang melaju maupun pesawat yang menghubungkan pulau-pulau di Indonesia, terdapat harapan keluarga agar pelayanan kesehatan tetap berlanjut hingga pasien memperoleh penanganan di fasilitas kesehatan tujuan.

Komitmen tersebut menjadi landasan utama dalam setiap proses transportasi medis yang didampinginya, dengan mengutamakan keselamatan pasien, kesinambungan pelayanan kesehatan, serta koordinasi antar tenaga medis.


Informasi Koordinasi Layanan

Bagi masyarakat, keluarga pasien, fasilitas pelayanan kesehatan, maupun institusi yang membutuhkan informasi mengenai:

  • Air Ambulance
  • Medical Escort
  • Transportasi Medis
  • Rujukan Pasien Antarkota
  • Rujukan Pasien Antarprovinsi
  • Rujukan Pasien Antarpulau Indonesia
  • Koordinasi transportasi medis ke luar negeri sesuai kebutuhan pelayanan

dapat menghubungi melalui WhatsApp:

0812-1188-8314
0823-5555-5661
0852-1250-5505

Komentar0


 

Type above and press Enter to search.