SOLOK SELATAN – Dugaan penyimpangan penyaluran BBM subsidi kembali mencuat di Kabupaten Solok Selatan. Berdasarkan hasil dokumentasi foto dan video yang diperoleh tim investigasi media pada Kamis, 11 Juni 2026 sekitar pukul 10.22 WIB hingga 10.30 WIB, terlihat sejumlah kendaraan jenis truk dan mobil bak terbuka berderet panjang di area sebuah SPBU yang berada di kawasan Pasir Talang Selatan, Kecamatan Sungai Pagu, Solok Selatan.
Fenomena tersebut memunculkan tanda tanya besar. Dalam rekaman video yang didokumentasikan langsung di lokasi, terdengar narasi dari tim investigasi yang menyebut bahwa kendaraan-kendaraan tersebut telah menunggu pengisian BBM, sementara pasokan Bio Solar dikabarkan belum masuk ke SPBU.
"Mobil pelansir berderet-deret menunggu pengisian, sementara solar belum masuk. Patut dicurigai BBM Bio Solar tidak tepat sasaran. Anehnya, mobil dengan bahan bakar bensin atau Pertalite ikut antre pada pompa Bio Solar," demikian narasi yang terdengar dalam dokumentasi video investigasi.
Kondisi tersebut memunculkan dugaan adanya praktik antrean kendaraan yang tidak lazim pada jalur distribusi BBM subsidi. Apalagi, berdasarkan pengamatan di lokasi, sejumlah kendaraan yang diduga bukan pengguna utama Bio Solar subsidi turut berada dalam antrean yang sama.
Jika dugaan tersebut benar, maka persoalan ini bukan lagi sekadar antrean kendaraan biasa, melainkan berpotensi menyangkut pengawasan distribusi BBM subsidi yang selama ini menjadi perhatian pemerintah karena rawan disalahgunakan oleh oknum pelangsir.
Lebih jauh, fenomena kendaraan yang telah berbaris sebelum pasokan solar tersedia menimbulkan pertanyaan mendasar. Dari mana informasi kedatangan BBM diperoleh? Siapa yang mengetahui jadwal distribusi sehingga kendaraan tertentu sudah bersiap lebih dulu di lokasi?
Publik juga mempertanyakan efektivitas pengawasan yang dilakukan oleh berbagai pihak, mulai dari pengelola SPBU, Pertamina, BPH Migas hingga aparat penegak hukum. Sebab, persoalan dugaan pelangsiran BBM subsidi bukan isu baru dan telah berulang kali menjadi keluhan masyarakat di berbagai daerah.
Masyarakat kecil yang benar-benar membutuhkan BBM subsidi untuk aktivitas ekonomi justru sering mengeluhkan kelangkaan dan panjangnya antrean. Sementara di sisi lain, kendaraan yang diduga melakukan pengisian berulang masih kerap ditemukan di sejumlah wilayah.
Hingga berita ini ditayangkan, tim investigasi media masih berupaya mengidentifikasi secara pasti nomor SPBU yang terekam dalam dokumentasi tersebut serta melakukan konfirmasi kepada pihak pengelola SPBU, Pertamina Patra Niaga, BPH Migas, dan aparat penegak hukum terkait dugaan praktik penyaluran BBM subsidi yang tidak tepat sasaran.
Media ini menegaskan bahwa seluruh temuan dalam pemberitaan ini merupakan hasil observasi lapangan yang masih memerlukan klarifikasi dari seluruh pihak terkait guna menjunjung asas praduga tak bersalah dan prinsip keberimbangan dalam pemberitaan.(*)

%20-%20Dibuat%20dengan%20PosterMyWall%20(2)%20(1).jpg)
Komentar0