TUd7GSW9TpA6TSG7GUA7BSziGi==

Empat SPBU di Solok Selatan Disorot, Dugaan Penyalahgunaan Solar Subsidi Menguat: Nama Oknum Perwira Polisi Ikut Disebut dalam Keterangan Warga


SOLOK SELATAN (essapers.com) – Dugaan penyalahgunaan Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi jenis Bio Solar kembali menjadi perhatian publik di Kabupaten Solok Selatan. Sejumlah temuan lapangan yang diperoleh dari hasil investigasi media dan keterangan masyarakat mengarah pada indikasi praktik pelangsiran BBM subsidi yang diduga terjadi secara berulang di beberapa SPBU.

Berdasarkan hasil penelusuran di lapangan, dugaan aktivitas pelangsiran ditemukan di sejumlah SPBU, antara lain SPBU Muara Labuh, SPBU Liki, SPBU Sungai Padi, dan SPBU Lubuk Malako.

Temuan paling mencolok ditemukan di SPBU Muara Labuh Nomor 14.273.552. Di lokasi ini, sejumlah kendaraan diduga pelangsir terlihat mengantre sejak malam hingga pagi hari untuk mendapatkan pasokan Bio Solar subsidi.

Selain itu, terdapat dugaan penggunaan tangki kendaraan yang telah dimodifikasi dengan kapasitas melebihi standar pabrikan. Tim investigasi juga menemukan pola pengisian yang dinilai tidak lazim, di mana kendaraan kerap diposisikan sangat dekat dengan dispenser sehingga identitas kendaraan sulit terpantau secara maksimal.

Tak hanya itu, muncul pula dugaan penggunaan beberapa barcode berbeda pada kendaraan yang sama untuk memperoleh BBM subsidi secara berulang. Apabila terbukti, praktik tersebut berpotensi menjadi bentuk penyalahgunaan sistem pengawasan distribusi BBM subsidi yang selama ini diterapkan pemerintah.

Dari keterangan sejumlah masyarakat yang meminta identitasnya dirahasiakan, aktivitas pelangsiran tersebut disebut telah berlangsung cukup lama dan bukan lagi menjadi rahasia di lingkungan sekitar.

Yang menjadi perhatian, nama seorang oknum perwira Polres Solok Selatan berinisial AF yang diketahui bertugas pada satuan reserse narkoba turut disebut dalam sejumlah keterangan narasumber.

Menurut informasi yang disampaikan oleh salah seorang karyawan SPBU serta beberapa masyarakat yang tidak bersedia disebutkan identitasnya, oknum tersebut diduga memiliki keterkaitan dengan aktivitas pengumpulan BBM yang diperoleh dari para pelangsir sebelum diduga didistribusikan kembali kepada pihak tertentu.

Namun demikian, informasi tersebut masih berupa keterangan narasumber dan memerlukan pembuktian, verifikasi, serta klarifikasi lebih lanjut dari pihak yang bersangkutan maupun institusi terkait.

Di SPBU Liki dan SPBU Sungai Padi, tim investigasi juga menemukan dugaan pengisian menggunakan jeriken serta pemanfaatan surat rekomendasi sektor pertanian untuk memperoleh Bio Solar subsidi.

Sejumlah warga menduga BBM yang diperoleh melalui rekomendasi tersebut tidak seluruhnya digunakan untuk kebutuhan pertanian sebagaimana mestinya, melainkan diperjualbelikan kembali dengan harga yang lebih tinggi.

Temuan serupa juga ditemukan di SPBU Lubuk Malako, termasuk dugaan penggunaan barcode yang tidak sesuai dengan identitas kendaraan dan indikasi aktivitas pelangsiran yang berlangsung secara berulang.

Melihat adanya pola yang hampir sama di beberapa lokasi berbeda, muncul pertanyaan publik mengenai efektivitas pengawasan distribusi BBM subsidi di wilayah Solok Selatan.

Publik kini menunggu langkah konkret dari aparat penegak hukum, BPH Migas, Pertamina Patra Niaga, dan Dinas ESDM untuk melakukan pemeriksaan menyeluruh terhadap rekaman CCTV, data transaksi digital, penggunaan barcode, akun MyPertamina, hingga alur distribusi BBM subsidi pada SPBU-SPBU yang menjadi sorotan.

Hingga berita ini diturunkan, pihak-pihak yang disebut dalam pemberitaan masih dalam proses upaya konfirmasi. Media ini tetap menjunjung tinggi asas praduga tak bersalah dan memberikan ruang hak jawab kepada seluruh pihak terkait guna menjaga keberimbangan informasi.(*)

Komentar0


 

Type above and press Enter to search.