![]() |
| Harry S Algamar berada diatas kapal Mentawai Fast 01 saat kapal tersebut karam |
ESSAPERS.COM | PADANG ~ Gelombang besar dan cuaca buruk membuat perjalanan Mentawai Fast 01 dari Tuapejat menuju Padang berubah menjadi momen penuh ketegangan. Kapal cepat tersebut mengalami kendala saat hendak memasuki alur Muara Padang, Jumat (14/8/2026) sore.
Kapal yang membawa ratusan penumpang itu sempat kehilangan posisi dan kandas di sekitar pintu masuk Muara Padang setelah dihantam gelombang yang datang silih berganti. Proses evakuasi pun berlangsung dalam kondisi hujan dan laut yang masih bergelombang.
Di antara penumpang terdapat 12 orang dari rombongan KONI Sumbar yang baru saja menyelesaikan agenda rapat teknis terkait kesiapan Kabupaten Kepulauan Mentawai sebagai tuan rumah Porprov XVI Sumbar 2026.
Rombongan tersebut di antaranya Ketua KONI Sumbar Hamdanus, S.Fil.I., M.Si.; Wakil Ketua Umum KONI Sumbar Dolla Indra; Plt Kepala Sekretariat KONI Sumbar Riko Onki Putra; Kabid Organisasi KONI Sumbar Syahindra Nurben; Ketua Umum PSOI Sumbar Harry S Algamar;
Novriadi Fernando dari Pengprov PJSI Sumbar; Heru Afrian; Benny Ibrahim; Delfi Rahman, S.Pd.; Wahyu Kurnia; serta Rhido Sarlinto.Laut Mulai Bergolak Saat Mendekati Padang
Harry S Algamar, Ketua Umum PSOI Sumbar yang berada di dalam kapal, menceritakan kondisi perjalanan sejak keberangkatan dari Tuapejat.
Menurutnya, keberangkatan kapal memang dilakukan lebih cepat karena kondisi cuaca yang sejak awal diperkirakan kurang bersahabat. Perjalanan pada awalnya masih berlangsung normal, tetapi situasi berubah ketika kapal mulai mendekati Padang.
“Kurang lebih satu setengah jam perjalanan masih aman. Setelah itu laut semakin bergoyang, hujan turun dan gelombang semakin besar,” tutur Harry.
Ia mengatakan, selama berada di tengah perjalanan, nakhoda masih mampu membaca arah gelombang dan menjaga kapal tetap stabil. Namun, ketika mendekati pintu Muara Padang, kondisi laut semakin sulit diprediksi.
Sekitar pukul 17.40 WIB, saat kapal mulai mengambil posisi untuk memasuki alur pelabuhan, gelombang besar menghantam kapal. Posisi kapal kemudian berubah dan bergerak menyerong.
“Ketika hampir masuk pintu muara, kapal seperti terdorong dan menyerong. Gelombang terus menghantam, sampai akhirnya kapal tersangkut,” jelasnya.
Menurut Harry, posisi kapal yang kandas membuat baling-baling dan kemudi diduga tidak dapat bekerja secara maksimal. Kapal pun terus berguncang akibat hantaman gelombang.
![]() |
| Ketua KONI Sumbar Hamdanus bersama Syahindra Nurben (Kepala Bidang (Kabid) Organisasi KONI Sumbar) diatas geladak kapal Mentawai Fast 01 rute Tuapejat - Padang |
Evakuasi Tak Bisa Dilakukan Sembarangan
Situasi tersebut membuat proses evakuasi harus dilakukan secara hati-hati. Kapal bantuan yang hendak merapat juga menghadapi tantangan karena kondisi laut masih cukup keras.
Harry mengungkapkan, para penumpang memilih bertahan di dalam kapal sembari menunggu kondisi memungkinkan untuk dilakukan evakuasi.
“Kami berusaha tetap tenang dan tidak melakukan tindakan gegabah. Kalau kapal masih berguncang, menurunkan penumpang juga cukup berbahaya,” ujarnya.
Tim SAR gabungan bersama unsur Polairud, Samapta, Satrol Kodaeral II dan unsur terkait kemudian bergerak melakukan penanganan. Sejumlah kapal turut membantu proses penarikan Mentawai Fast 01.
Sekitar pukul 19.30 WIB, Mentawai Fast 02 dikerahkan untuk membantu proses towing. Setelah melalui proses penanganan selama beberapa jam, Mentawai Fast 01 akhirnya berhasil diarahkan menuju dermaga.
Seluruh penumpang berhasil turun dengan selamat. Tidak ada korban jiwa dalam insiden tersebut.
Pengalaman Menegangkan bagi Rombongan KONI Sumbar
Bagi 12 anggota dan pengurus KONI Sumbar, insiden tersebut menjadi pengalaman yang tidak mudah dilupakan. Mereka sebelumnya berada di Mentawai untuk mengikuti agenda teknis persiapan Porprov XVI Sumbar 2026.
Benny Ibrahim, salah seorang anggota rombongan, membenarkan bahwa kondisi gelombang menjadi tantangan utama ketika kapal hendak memasuki Muara Padang.
“Pada saat memasuki Pelabuhan Muara Padang, kondisi gelombang besar sehingga kapten kapal kewalahan mengendalikan kapal,” ungkap Benny.
Benny mengatakan, kunjungan tersebut juga merupakan pengalaman pertamanya datang ke Mentawai.
“Ini merupakan pengalaman perdana saya datang ke Mentawai dalam rangka mengikuti Rakernis kesiapan tuan rumah Kabupaten Kepulauan Mentawai Porprov XVI Sumbar 2026,” ujarnya.
![]() |
| Anggota KONI Sumbar sedang berada di atas geladak kapal Mentawai Fast 01 |
Selamat dari Insiden, Semangat Porprov Tetap Menyala
Meski sempat menghadapi situasi yang membuat penumpang cemas, Benny memastikan kejadian tersebut tidak mengurangi semangat rombongan untuk mendukung penyelenggaraan Porprov XVI Sumbar 2026 di Mentawai.
“Alhamdulillah semua penumpang berhasil dievakuasi dalam keadaan selamat dan tidak ada korban. Ini menjadi pengalaman tak terlupakan, namun kejadian ini tidak menyurutkan semangat untuk datang lagi ke Mentawai dalam rangka menyukseskan Porprov XVI Sumbar 2026, khususnya dari cabor Cricket,” tegasnya
Insiden Mentawai Fast 01 menjadi catatan penting mengenai tantangan transportasi laut ketika cuaca berubah cepat. Kondisi gelombang, hujan dan arus di sekitar pintu masuk pelabuhan menjadi faktor yang harus diantisipasi dalam setiap pelayaran.
Namun, di balik ketegangan tersebut, kabar terpenting adalah seluruh penumpang berhasil diselamatkan. Ratusan orang, termasuk 12 rombongan KONI Sumbar, akhirnya dapat kembali menginjakkan kaki di daratan dengan selamat.
Perjalanan yang semula menjadi bagian dari agenda persiapan Porprov XVI Sumbar 2026 itu pun berakhir sebagai pengalaman yang tak terlupakan—sebuah perjalanan penuh ketegangan yang akhirnya ditutup dengan rasa syukur.(Win)



%20-%20Dibuat%20dengan%20PosterMyWall%20(2)%20(1).jpg)
Komentar0