Kegiatan tersebut menjadi momentum bagi masyarakat, khususnya generasi muda, untuk mempererat silaturahmi sekaligus menghidupkan semangat kebersamaan, kreativitas dan kecintaan terhadap budaya di tengah masyarakat Kecamatan Nanggalo.
Ketua Karang Taruna Kecamatan Nanggalo, Yogi Kurniadi, mengatakan Festival Anak Nagari merupakan bagian dari semangat menyambut HUT ke-81 Kemerdekaan RI dengan menghadirkan kegiatan yang melibatkan masyarakat dari berbagai kelurahan.
“Festival Anak Nagari ini kita hadirkan dalam rangka menyambut dan memeriahkan HUT Kemerdekaan Republik Indonesia yang ke-81. Kita ingin momentum kemerdekaan ini tidak hanya dirayakan dengan kegiatan seremonial, tetapi juga menjadi ruang bagi masyarakat untuk berkumpul, bersilaturahmi dan menunjukkan kreativitas” ujar Yogi Kurniadi.
Menurut Yogi, keterlibatan generasi muda menjadi salah satu hal penting dalam kegiatan tersebut. Karang Taruna sebagai wadah kepemudaan memiliki tanggung jawab untuk ikut menciptakan kegiatan positif yang dapat memperkuat hubungan sosial masyarakat.
“Pemuda harus mengambil bagian dalam setiap kegiatan positif di tengah masyarakat. Kita ingin menunjukkan bahwa generasi muda bukan hanya sebagai peserta, tetapi juga mampu menjadi penggerak dan pelaksana kegiatan yang memberikan manfaat bagi masyarakat” katanya.
Festival Anak Nagari Nanggalo juga menjadi ruang untuk memperkenalkan dan menjaga berbagai tradisi yang hidup di tengah masyarakat.
Salah satu kegiatan yang diangkat dalam festival adalah Lomba Malamang.
Bagi Yogi, malamang bukan hanya perlombaan memasak makanan tradisional Minangkabau. Di dalamnya terdapat nilai kebersamaan, gotong royong dan semangat kekeluargaan yang perlu terus diwariskan kepada generasi muda.
“Malamang memiliki nilai budaya yang kuat. Ada proses kebersamaan dan gotong royong di dalamnya. Kita berharap kegiatan seperti ini dapat membuat generasi muda semakin mengenal tradisi daerahnya sendiri” ungkap Yogi.
Ia menilai momentum HUT Kemerdekaan RI menjadi kesempatan yang tepat untuk menggabungkan semangat nasionalisme dengan pelestarian budaya lokal.
“Merayakan kemerdekaan bukan berarti kita melupakan budaya sendiri. Justru budaya lokal adalah bagian dari identitas bangsa yang harus kita jaga” tambahnya.
Festival Anak Nagari Nanggalo melibatkan masyarakat dari enam kelurahan, yakni Kurao Pagang, Surau Gadang, Gurun Laweh, Kampuang Olo, Lapai dan Tabing Banda Gadang.
Keterlibatan enam kelurahan tersebut menurut Yogi menjadi gambaran bahwa semangat kemerdekaan dapat menjadi perekat masyarakat tanpa melihat perbedaan wilayah kelurahan.
“Kita ingin enam kelurahan ini hadir bersama. Ada Kurao Pagang, Surau Gadang, Gurun Laweh, Kampuang Olo, Lapai dan Tabing Banda Gadang. Semuanya adalah bagian dari keluarga besar Kecamatan Nanggalo” ujarnya.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah mendukung terselenggaranya kegiatan tersebut, khususnya Camat Nanggalo David Ferdinand, SH., MH., jajaran pemerintah kecamatan, seluruh kelurahan, masyarakat dan seluruh anggota Karang Taruna Kecamatan Nanggalo.
Menurutnya, keberhasilan kegiatan masyarakat tidak dapat dilakukan oleh satu pihak saja, tetapi membutuhkan kolaborasi.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh pihak yang sudah mendukung. Ini bukan kegiatan Karang Taruna saja. Ini kegiatan kita bersama, kegiatan masyarakat Kecamatan Nanggalo” kata Yogi.
Yogi berharap semangat yang dibangun melalui Festival Anak Nagari dapat terus berlanjut setelah rangkaian perayaan HUT ke-81 RI berakhir.
Menurutnya, kemerdekaan harus dimaknai dengan membangun persatuan, kepedulian sosial dan memberikan ruang bagi generasi muda untuk berkarya.
“Harapan kami, semangat kebersamaan yang muncul dalam Festival Anak Nagari ini tidak berhenti setelah acara selesai. Mari kita jadikan momentum HUT ke-81 ini untuk semakin memperkuat persatuan, kepedulian dan semangat gotong royong di Kecamatan Nanggalo” tuturnya.
Ia menambahkan, Karang Taruna Kecamatan Nanggalo akan terus berupaya mengambil peran dalam kegiatan-kegiatan yang bersentuhan langsung dengan masyarakat.
“Yang paling penting adalah bagaimana kita bisa menghadirkan kegiatan yang positif, melibatkan masyarakat dan memberikan ruang kepada anak-anak muda untuk berkreativitas. Kalau pemudanya bergerak, insyaallah masyarakat juga semakin kuat” pungkas Yogi.
Festival Anak Nagari Nanggalo akhirnya bukan hanya menjadi bagian dari kemeriahan HUT ke-81 Kemerdekaan RI, tetapi juga menjadi panggung kebersamaan tempat pemuda, masyarakat dan pemerintah bertemu, bergotong royong, serta merayakan kemerdekaan dengan semangat budaya dan persatuan(*)

%20-%20Dibuat%20dengan%20PosterMyWall%20(2)%20(1).jpg)
Komentar0