Upaya tersebut dibahas dalam temu ramah KPU Kabupaten Sijunjung bersama awak media di Muaro Sijunjung, Rabu (19/8/2026).
Pertemuan dihadiri sejumlah komisioner KPU Sijunjung, di antaranya Juni Wandri, SH., M.Kn., Bayu Agung Perdana, SH., dan Ria Meilani, S.Pd., bersama sekretaris serta jajaran staf KPU.
Dalam pertemuan tersebut, KPU menjelaskan bahwa tugas penyelenggara pemilu tidak berhenti setelah tahapan pemilu selesai.
Ada sejumlah pekerjaan berkelanjutan yang tetap dilakukan untuk menjaga kualitas demokrasi, terutama pemutakhiran data pemilih dan pendidikan politik masyarakat.
KPU Sijunjung Perbarui Data Pemilih Setiap Tiga Bulan
Komisioner KPU Sijunjung Bayu Agung Perdana mengatakan pemutakhiran data pemilih berkelanjutan menjadi salah satu tugas penting pascapemilu.
Data pemilih harus terus diperbarui agar tetap akurat, mutakhir, dan dapat dipertanggungjawabkan.
Perubahan data dapat terjadi karena adanya warga yang baru memenuhi syarat sebagai pemilih, perubahan elemen data, perpindahan domisili, maupun warga yang tidak lagi memenuhi syarat sebagai pemilih.
“Pemutakhiran data pemilih berkelanjutan penting dilakukan agar data pemilih selalu terjaga kualitasnya. Jadi, setelah pemilu selesai, KPU tetap memiliki pekerjaan untuk memastikan data pemilih terus diperbarui tiap tiga bulan,” ujar Bayu.
KPU Sijunjung juga menggunakan aplikasi Sidalih dalam proses pemutakhiran data pemilih.
Komisioner KPU Sijunjung Ria Meilani mengatakan berbagai perubahan data tetap diperbarui, termasuk data warga yang meninggal dunia maupun perubahan status warga yang berkaitan dengan hak pilih.
“TNI dan Polri yang telah pensiun adalah pemilih pemula, warga yang meninggal dunia maupun data-data lainnya tetap diperbarui melalui aplikasi Sidalih,” ungkap Ria.
Berdasarkan data terbaru yang disampaikan KPU Sijunjung, jumlah pemilih di Kabupaten Sijunjung mencapai 173.347 jiwa.
“Data terbaru, pemilih Kabupaten Sijunjung berjumlah 173.347 jiwa,” kata Ria.
Pendidikan Politik Sasar Pemilih Pemula dan Kelompok Rentan
Selain pemutakhiran data, KPU Sijunjung juga terus menjalankan pendidikan politik bagi masyarakat.
Pemilih pemula menjadi salah satu sasaran utama karena mereka akan menjadi bagian penting dari pemilih pada pemilu mendatang.
Pendidikan politik juga diarahkan kepada kelompok rentan agar mereka memiliki akses yang sama terhadap informasi dan pendidikan kepemiluan.
Komisioner KPU Sijunjung Juni Wandri mengatakan pendidikan politik merupakan bagian penting dalam membangun kesadaran masyarakat terhadap demokrasi.
“Pendidikan politik merupakan investasi demokrasi. Pemilih pemula perlu diberikan pemahaman sejak dini, begitu juga kelompok rentan agar mereka dapat menggunakan hak politiknya dengan baik,” jelas Juni.
Menurutnya, masyarakat diharapkan tidak hanya memahami pemilu sebatas datang ke tempat pemungutan suara.
Lebih dari itu, masyarakat perlu memahami hak dan kewajiban sebagai warga negara serta mampu berpartisipasi dalam proses demokrasi secara cerdas dan bertanggung jawab.
KPU Sijunjung Gandeng Sekolah hingga Instansi Pemerintah
Juni Wandri mengungkapkan, KPU Sijunjung telah melakukan koordinasi dan kerja sama dengan sejumlah pihak untuk mendukung pelaksanaan kegiatan kepemiluan secara berkelanjutan.
Di antaranya dengan Dinas Pendidikan Provinsi Sumatera Barat, Kejaksaan Tinggi Sumatera Barat, Disdukcapil Kabupaten Sijunjung, serta sejumlah pihak terkait lainnya.
KPU juga telah melakukan sosialisasi di beberapa SMA dan SMK di Kabupaten Sijunjung.
Langkah tersebut dilakukan untuk memperluas pendidikan kepemiluan, terutama kepada generasi muda yang akan menjadi pemilih pada pemilu mendatang.
Media Massa Dinilai Punya Peran Strategis
KPU Sijunjung menilai dukungan media massa sangat penting dalam menyebarluaskan informasi kepemiluan kepada masyarakat.
Informasi yang akurat dan mudah dipahami diharapkan dapat membantu masyarakat mengetahui berbagai perkembangan terkait data pemilih, pendidikan politik, serta tahapan pemilu.
Karena itu, sinergi antara KPU dan insan pers dinilai menjadi bagian penting dalam membangun demokrasi yang transparan, partisipatif, dan berkualitas.
Dengan pemutakhiran data secara berkala serta pendidikan politik yang dilakukan secara berkelanjutan, KPU Sijunjung berharap penyelenggaraan pemilu mendatang dapat semakin tepat sasaran.
Pada akhirnya, kualitas data pemilih dan pemahaman masyarakat terhadap demokrasi menjadi dua faktor penting dalam menciptakan proses pemilu yang kredibel dan dapat dipertanggungjawabkan (Yudalius)

%20-%20Dibuat%20dengan%20PosterMyWall%20(2)%20(1).jpg)
Komentar0