TUd7GSW9TpA6TSG7GUA7BSziGi==

Prabowo Murka! Siapa Pengamat yang Disebut Tak Patriotik dan Bikin Rakyat Cemas?

Jakarta, Essapers.com  –  Presiden Prabowo Subianto melontarkan kritik tajam kepada sejumlah pengamat yang dinilai sering menyampaikan pandangan pesimistis hingga memicu kecemasan di tengah masyarakat.

Pernyataan itu disampaikan Prabowo saat Sidang Paripurna Kabinet di Istana Negara, Jumat (13/3/2026). Ia menilai narasi bernada negatif yang terus disebarkan sebagian pengamat tidak mencerminkan sikap patriotik.

Menurutnya, ada pihak-pihak yang sengaja membangun opini yang memicu keresahan publik terhadap jalannya pemerintahan.

“Menurut saya ada pengamat yang motivasinya ingin menimbulkan kecemasan rakyat. Sikap seperti itu sikap yang sempit, bukan sikap patriotik. Mungkin karena merasa kalah, tidak punya kekuasaan,” ujar Prabowo.

Presiden menegaskan bahwa Indonesia harus dipandang sebagai satu kesatuan yang harus dijaga bersama. Ia mengibaratkan negara sebagai kapal besar yang tengah berlayar menghadapi berbagai tantangan global.

Jika kapal tersebut oleng, kata dia, semua pihak akan ikut terdampak tanpa terkecuali.

“Kita harus menyelamatkan kapal besar kita, kapal yang namanya Republik Indonesia ini, mengarungi lautan yang penuh karang dan penuh bahaya,” kata Prabowo.

Dalam kesempatan tersebut, Prabowo juga mengungkapkan bahwa dirinya kini menerima laporan intelijen setiap hari terkait berbagai dinamika politik dan opini publik.

Ia mengaku mengetahui pihak-pihak yang berada di balik manuver yang dianggap memicu kegaduhan di ruang publik.

“Sekarang saya presidennya, tiap hari saya dapat laporan intel. Saya sudah tahu siapa yang biayai-biayai. Pada saatnya kita akan tertibkan itu semua,” tegasnya.

Pernyataan ini langsung memicu perhatian publik karena mengindikasikan adanya aktor yang diduga mendanai narasi tertentu untuk memengaruhi opini masyarakat.

Meski melontarkan kritik keras, Prabowo menegaskan pemerintah tetap mengedepankan pendekatan berbasis bukti dalam menghadapi berbagai kritik maupun informasi yang beredar.

Ia percaya masyarakat Indonesia mampu menilai secara objektif berdasarkan fakta.

“Saya percaya dengan evidence based, dengan bukti rakyat kita akan mengerti,” pungkasnya.

Pernyataan Presiden ini menambah dinamika baru dalam hubungan antara pemerintah dan para pengamat politik, sekaligus memicu perdebatan publik mengenai batas kritik dan tanggung jawab dalam menyampaikan opini di ruang publik.

Komentar0


 

Type above and press Enter to search.