Jakarta, essapers.com – Sebuah video viral yang memperlihatkan petugas di Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP) Pengadilan Negeri Jakarta Pusat diduga bermain game saat jam kerja menuai sorotan tajam publik.
Video tersebut pertama kali diunggah akun Threads @aishsholihah pada Rabu (18/3/2026) dan langsung menyebar luas di media sosial. Dalam rekaman itu, terlihat suasana ruang layanan PTSP tengah aktif melayani masyarakat.
Sejumlah pengunjung tampak duduk di kursi tunggu. Namun perhatian warganet tertuju pada seorang petugas perempuan di balik loket yang terlihat fokus menatap layar komputer.
Yang memicu kontroversi, layar komputer tersebut memiliki dua sisi—depan dan belakang—sehingga tampilan di layar bagian depan dapat dilihat oleh publik. Dari situlah muncul dugaan bahwa petugas tersebut tengah bermain game saat bertugas.
“Emang paling seru pelayanan sambil main game,” tulis keterangan dalam video yang viral tersebut.
Pengunggah juga menambahkan sindiran, “Mungkin karena puasa jadi lupa kalau layarnya dua arah, lupa dimatikan layar depannya.”
Unggahan ini langsung meledak di media sosial dengan lebih dari 15.000 likes dan sekitar 1.600 komentar. Banyak warganet menyayangkan sikap petugas yang dinilai tidak profesional.
Beberapa komentar bahkan menilai tindakan tersebut mencoreng citra pelayanan publik, terutama di institusi hukum yang seharusnya menjunjung tinggi integritas dan disiplin kerja.
Menanggapi viralnya video tersebut, Juru Bicara Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Andi Saputra, memastikan pihaknya telah bergerak cepat melakukan penelusuran.
“Kami sudah quick response, melakukan konfirmasi dan tabayun terkait video tersebut, termasuk mencari sumber awalnya,” ujarnya.
Dari hasil penelusuran awal, diketahui video tersebut merupakan repost dari konten yang sebelumnya beredar di TikTok.
Namun hingga kini, pihak pengadilan masih melakukan koordinasi internal untuk memastikan fakta sebenarnya, termasuk waktu kejadian dan identitas petugas yang terekam dalam video.
Andi juga mengungkapkan bahwa proses penelusuran dilakukan di tengah masa cuti Lebaran, sehingga membutuhkan waktu tambahan.
“Sebagian pegawai sedang cuti Lebaran, tapi kami tetap berupaya secepat mungkin melakukan penelusuran lebih lanjut,” tambahnya.
Pihak pengadilan berjanji akan menyampaikan hasil investigasi secara transparan kepada publik setelah proses verifikasi selesai.
Kasus ini kembali memantik perdebatan soal kualitas pelayanan publik di Indonesia. Profesionalitas aparatur negara menjadi sorotan utama, terutama di lembaga peradilan yang menjadi garda terdepan keadilan.
Apakah ini hanya kesalahpahaman visual atau benar terjadi pelanggaran etika kerja? Publik kini menunggu jawaban resmi.

%20-%20Dibuat%20dengan%20PosterMyWall%20(2)%20(1).jpg)
Komentar0