TUd7GSW9TpA6TSG7GUA7BSziGi==

Aspirasi Tak Didengar, Mahasiswa Siap Turun dengan Kekuatan Penuh?

 

Jakarta, essapers.comMassa aksi Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Indonesia (BEM UI) membubarkan diri usai berunjuk rasa di Jalan Trunojoyo, tepat di depan Mabes Polri, Jakarta Selatan, (27/2/2026).

Aksi tersebut digelar untuk menyampaikan lima tuntutan, termasuk desakan keadilan bagi korban penganiayaan yang berujung hilangnya nyawa siswa MTsN 1 Maluku Tenggara berinisial AT (14), yang diduga dilakukan oleh anggota Brimob, Bripda Mesias Siahaya.

Massa yang terdiri dari BEM UI, mahasiswa UPN Veteran Jakarta, dan Politeknik Negeri Jakarta membubarkan diri sekitar pukul 18.40 WIB, usai waktu berbuka puasa.

Ketua BEM UI, Yatalathof Mashum, mengaku kecewa karena tidak dapat bertemu langsung dengan Kapolri, Listyo Sigit Prabowo.

“Pada hari ini, kami massa aksi tidak dapat menemui Kapolri. Bahkan sedikit pun. Kami dikecewakan sekali lagi. Aspirasi yang kami suarakan tidak lagi didengar oleh mereka,” ujar Yatalathof di hadapan awak media.

Menurutnya, kegagalan dialog tersebut memperlihatkan minimnya ruang komunikasi antara mahasiswa dan institusi kepolisian dalam menyikapi kasus yang menjadi perhatian publik.

Kekecewaan itu berujung pada ultimatum. BEM UI mengancam akan kembali menggelar aksi dengan kekuatan lebih besar dan lebih masif dalam waktu dekat.

“Kami akan kembali pada esok hari dalam kekuatan yang lebih besar, dalam aksi yang lebih besar dan lebih masif. Kami akan bertransformasi menjadi kekuatan yang lebih kuat,” tegas Yatalathof.

Pernyataan ini memicu perhatian luas, mengingat isu kekerasan aparat terhadap warga sipil, khususnya pelajar, menjadi sorotan nasional dan menyentuh sensitivitas publik.

Usai massa membubarkan diri, arus lalu lintas di sekitar Mabes Polri terpantau kembali normal. Kendaraan dari arah Blok M menuju Senopati maupun sebaliknya ramai lancar tanpa hambatan berarti.

Meski aksi berakhir kondusif, potensi gelombang demonstrasi lanjutan diprediksi masih terbuka. Publik kini menanti respons resmi dari institusi kepolisian atas tuntutan mahasiswa serta perkembangan penanganan kasus yang menjadi pemicu aksi.

Komentar0


 

Type above and press Enter to search.