Jakarta, essapes.com– Rencana impor 105 ribu unit mobil pikap dari India oleh PT Agrinas Pangan Nusantara memicu gelombang penolakan keras. Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Pergerakan Kader KAMMI Jakarta menggeruduk kantor perusahaan tersebut di Jalan DI Pandjaitan, Cipinang, Jakarta Timur, Jumat sore (27/2/2026).
Aksi ini menjadi sorotan publik karena dinilai berpotensi mengguncang industri otomotif nasional dan menimbulkan polemik besar di tengah kondisi ekonomi yang belum sepenuhnya stabil.
Koordinator massa aksi, Bambang, dengan tegas menyatakan bahwa kebijakan impor dalam skala besar itu dapat memukul industri dalam negeri.
“Kami menolak impor ratusan ribu mobil pikap dari India. Kita punya industri dalam negeri yang tak kalah hebatnya, tapi rezim hari ini malah impor,” tegas Bambang dalam orasinya.
Mahasiswa menilai langkah PT Agrinas tidak sejalan dengan mandatnya sebagai BUMN sektor pangan. Mereka mempertanyakan urgensi dan relevansi perusahaan pelat merah tersebut masuk ke bisnis impor otomotif dalam jumlah fantastis.
Nama Direktur Utama PT Agrinas Pangan Nusantara, Joao Angelo De Sousa Mota, turut menjadi sorotan dalam aksi tersebut.
Menurut massa, kebijakan impor raksasa ini harus dikaji ulang secara transparan dan akuntabel agar tidak menimbulkan preseden buruk terhadap tata kelola BUMN.
Dalam aksinya, Pergerakan Kader KAMMI Jakarta menyampaikan tiga tuntutan utama:
Mendesak Dirut PT Agrinas, Joao Angelo De Sousa Mota, segera membatalkan rencana impor 105 ribu unit mobil pikap dari India yang disebut akan digunakan untuk operasional Kopdes Merah Putih.
Meminta agar direksi PT Agrinas memastikan seluruh proses importasi sesuai dengan regulasi yang berlaku, yakni UU Nomor 7 Tahun 2014 tentang Perdagangan, UU Nomor 3 Tahun 2014 tentang Perindustrian, serta PP Nomor 2 Tahun 2017 tentang Pengembangan Perindustrian.
Jika impor tetap dijalankan, massa menilai Dirut PT Agrinas layak dicopot dari jabatannya.
Pantauan di lokasi, aksi demonstrasi masih berlangsung hingga sore hari. Aparat keamanan terlihat berjaga ketat di sekitar kantor PT Agrinas untuk mengantisipasi potensi eskalasi.
Isu impor 105 ribu pikap ini kini menjadi perdebatan hangat. Publik menunggu kejelasan resmi dari PT Agrinas terkait urgensi, dasar hukum, serta dampak kebijakan tersebut terhadap industri otomotif nasional.(*)

%20-%20Dibuat%20dengan%20PosterMyWall%20(2)%20(1).jpg)
Komentar0