TUd7GSW9TpA6TSG7GUA7BSziGi==

Harga Karet Meroket, Siapa Untung Besar: Petani atau Tengkulak?

 




PESISIR SELATAN, Essapers.com - Harga getah karet di tingkat petani Kabupaten Pesisir Selatan menunjukkan tren kenaikan tajam. Dari sebelumnya stagnan di kisaran Rp10.000 per kilogram, kini harga diprediksi bisa menembus Rp20.000 per kilogram. Kabar ini memicu optimisme, sekaligus kekhawatiran di kal - angan petani karet.

Kenaikan harga getah karet dipicu oleh menurunnya pasokan akibat cuaca ekstrem serta meningkatnya permintaan pasar domestik dan global. Curah hujan tinggi di sejumlah wilayah Sumatera Barat membuat aktivitas penyadapan terganggu, sehingga produksi karet rakyat menurun drastis.

Selain faktor cuaca, kebangkitan industri berbasis karet alam turut mendorong harga. Sektor otomotif dan manufaktur global mulai meningkatkan kebutuhan bahan baku, seiring membaiknya kondisi ekonomi dunia.

Bagi petani karet, kenaikan harga ini menjadi angin segar setelah bertahun-tahun tertekan. Harga Rp10.000 per kilogram selama ini dinilai tidak menutup biaya produksi dan tenaga kerja.

“Kalau benar bisa stabil di Rp20.000, kebun karet yang lama kami tinggalkan bisa diaktifkan lagi,” ujar seorang petani karet di Pesisir Selatan.

Meski begitu, petani tetap waspada. Pengalaman pahit menunjukkan harga karet sering melonjak sesaat, lalu turun drastis tanpa peringatan, membuat petani kembali merugi

Pengamat komoditas menilai kenaikan harga karet berpeluang bertahan dalam jangka pendek hingga menengah, selama pasokan masih terbatas dan permintaan global tetap tinggi. Namun, stabilitas harga sangat bergantung pada produksi daerah lain, nilai tukar, serta persaingan dengan karet sintetis.

Jika produksi kembali normal dan pasokan membanjir, harga karet berpotensi kembali tertekan. Risiko ini menjadi perhatian serius bagi petani.

Di tengah momentum kenaikan harga, peran pemerintah daerah dinilai krusial. Pengawasan rantai distribusi, penguatan koperasi petani, serta kebijakan penyangga harga perlu segera diperkuat.

Tanpa intervensi yang jelas, kenaikan harga dikhawatirkan hanya menguntungkan tengkulak dan pedagang besar, sementara petani tetap berada di posisi lemah.(ik)


Komentar0


 

Type above and press Enter to search.