TUd7GSW9TpA6TSG7GUA7BSziGi==

Kepung BNI Padang, Ketua SAPMA PP Sumbar M. Ichsan Minta Bongkar Kredit Bermasalah dan Lindungi Uang Rakyat

Padang (essapers.com) - *Ketua PW SAPMA Pemuda Pancasila Sumatera Barat, M. Ichsan*, menjadi sorotan dalam gelombang aksi mahasiswa yang mengguncang Kota Padang, Selasa (27/1/2026). Aksi yang digelar di Kantor BNI Padang dan Kejaksaan Negeri Padang ini menyoroti dugaan kredit bermasalah senilai ± Rp34 miliar di BNI yang diduga sarat kejanggalan dan merugikan keuangan negara.

Ichsan menegaskan bahwa dugaan kredit bermasalah ini tidak boleh dianggap remeh. Menurutnya, jika pimpinan bank yang memiliki kewenangan penuh tidak dievaluasi, publik patut curiga adanya perlindungan kekuasaan.


“ _BNI adalah BUMN, uang yang dikelola adalah uang rakyat. Jika ada dugaan kredit bermasalah puluhan miliar dan pimpinan bank masih aman-aman saja, ini alarm bahaya. Kami tidak akan berhenti sampai pimpinan yang bertanggung jawab dicopot dan diproses hukum_ ” tegas Ichsan dengan lantang.

Dalam orasinya, Ichsan menekankan bahwa hukum tidak boleh dijadikan alat untuk melindungi elit atau pejabat tinggi di perbankan. Ia mengingatkan, jika aparat penegak hukum ragu menindak, maka rakyat akan mengambil langkah lebih besar untuk menuntut keadilan.

Aksi ini menyoroti dugaan kejanggalan serius dalam proses persetujuan kredit. Ketua SAPMA PP Sumbar bersama mahasiswa lainnya menilai mustahil kredit sebesar itu hanya diproses oleh segelintir orang tanpa ada campur tangan pejabat struktural. Ichsan menekankan pentingnya transparansi dan akuntabilitas dalam proses kredit BUMN agar tidak merusak kepercayaan publik.

Selain menuntut pengusutan menyeluruh oleh aparat hukum, Ichsan juga menyerukan audit forensik independen terhadap portofolio kredit BNI Padang dan penelusuran aliran dana yang diduga digunakan untuk kepentingan politik.


“ _Penegakan hukum tidak boleh tebang pilih. Jika hanya pelaksana teknis yang dikorbankan sementara pengambil keputusan dibiarkan, maka keadilan itu palsu_ ” ujar Ichsan.

Ichsan menambahkan, jika tuntutan mahasiswa dan kontrol publik ini tidak direspons secara serius, akan ada gelombang massa yang jauh lebih besar dari aksi hari ini.

“ _Kami pastikan tekanan publik tidak akan berhenti sampai seluruh pihak yang bertanggung jawab diproses hukum. Jika aparat diam, rakyat akan turun lebih besar lagi_ ” tegasnya.

Meskipun aksi sempat memanas di depan Kejaksaan Negeri Padang, Ichsan menegaskan bahwa gerakan ini tetap berjalan secara konstitusional. Ia menutup orasinya dengan pesan tegas, mahasiswa akan terus mengawal kasus ini sampai seluruh pihak yang bertanggung jawab mendapatkan sanksi hukum.

Hingga berita ini diturunkan, pihak BNI Padang maupun Kejari Padang belum memberikan tanggapan resmi terkait tuntutan Ichsan dan mahasiswa.(Yd)

Komentar0


 

Type above and press Enter to search.